• Category Archives TERAPI RUQYAH
  • Berjuang Menghadapi Thalasemia

     THALASEMIA

    Sebutlah namanya Annisa, seorang gadis mungil yang masih berusia 2 tahun. Dia terlahir dalam keadaan diuji sakit, yaitu menderita thalasemia. Ketika dia baru dilahirkan, tak tampak kelainan apa-apa. Dia lahir dalam keadaan normal layaknya bayi-bayi yang lain. Namun setelah usianya menginjak 1 tahun, barulah kelihatan. Perkembangan tubuhnya  banyak hambatan, sering sakit-sakitan, mulai dari batuk, pilek, demam biasa yang tak kunjung berhenti. Dokter umum dan spesialis anak pun jadi langganan orang tua Annisa setiap pekannya. Namun setelah diteliti lebih lanjut, barulah diketahui bahwa Annisa kecil menderita penyakit kelainan darah yaitu thalasemia minor.

    Thalasemia adalah kelainan darah, yang ditandai dengan kadar sel darah merah yang mudah rusak yaitu  3 sampai 4 kali lebih cepat disbanding sel darah normal. Oleh karena itu umurnya pun relatif lebih pendek dibanding dengan sel darah normal. Jika sel darah normal memiliki waktu120 hari dalam meregenerasi sel darahnya, maka bagi penderita thalasemia sel darah merahnya mengalami waktu yang lebih cepat yaitu sekitar 23 hari.

    Sel darah merah yang rusak itu akan diuraikan menjadi zat besi didalam limpa. Karena kerusakan darah terjadi dengan cepat, maka kandungan zat besi dalam tubuh menumpuk dan bisa mengganggu fungsi kerja organ lain sehingga berujung kematian.

    Gejala penyakit dari orang yang menderita thalasemia, menyerupai gejala pada orang yang menderita penyakit anemia, diantaranya :

    • wajah pucat
    • mengalami insomnia/ susah tidur
    • tubuh mengalami lemah, letih, lesu
    • kurang nafsu makan
    • tubuh mudah mengalami infeksi
    • jantung bekerja lebih cepat karena untuk memenuhi pembentukan hemoglobin
    • mengalami kerapuhan dan penipisan tulang. Hal ini disebabkan oleh sum-sum tulang yang berperan penting dalam menghasilkan hemoglobin tersebut
    • berwajah mongoloid
    • mengalami penyakit kuning
    • pertumbuhan tubuh terganggu dan perutnya membesar

    Secara medis, penderita thalasemia selalu membutuhkan tranfusi darah yang sehat untuk bertahan hidup. Jika tidak mendapatkan tranfusi darah, akan terjadi akibat yang sangat fatal yang mengakibatkan kematian.

     

    Begitu juga dengan Annisa kecil, rumah sakit, dokter, obat-obatan, dan  tranfusi darah menjadi aktifitas rutin yang harus dijalani setiap waktu untuk mempertahankan hidupnya. Tak sedikit waktu, tenaga dan tentu saja biaya yang harus dikeluarkan orang tuanya demi anak yang dicintainya. Bayangkan saja, sekitar 3  atau 4 tahun yang lalu, biaya untuk sekali tranfusi darah adalah Rp 200.000 di rumah sakit, dan Annisa membutuhkan 2 kali tranfusi darah dalam waktu sepekan. Berarti 8 kali pertemuan dalam setiap bulannya. Rp 200.000 dikali 8 kali pertemuan berarti sekitar Rp 1.600.000 hanya untuk tranfusi darah aja, belum resep obat-obatan yang harus ditebus setiap bulannya?? Hemm…itu adalah angka yang tidak kecil buat orang tua annisa yang hanya berpenghasilan biasa.

    Namun pertolongan dan takdir Alloh datang buat Annisa dan orang tuanya. Atas pemberitahuan dari seorang teman, mereka dikenalkan dengan Thibbunnabawi, pengobatan cara nabi Muhammad SAW, yaitu dengan ruqyah, hijjamah/bekam dan herbal-herbal alami.

    Pada mulanya Annisa hanya diterapi ruqyah, yaitu dengan perantara do’a dari Al Qur’an dan  hadits nabi Muhammad SAW, untuk meyakinkan bahwa yang mendatangkan sakit adalah Alloh, dan Alloh jualah yang menyembuhkan penyakit itu. Kemudian Annisa diterapi hijjamah atau bekam, yaitu dengan dikeluarkan darah kotornya. Pada awalnya Annisa hanya dibekam di 3 titik inti sunnah, yaitu di kahil/punuk dan dikedua bahunya. Dan alhamdulillah secara bertahap sekarang sudah sampai 9 titik inti sunnah rosul. Annisa kecil kadang menangis ketika dilakukan bekam, namun sambil diperdengarkan murottal al qur’an atau nasyid islami anak-anak, maka tangisnya akan terhenti, subhanalloh, anak kecil yang sholeheh.

    Semenjak itupun orangtuanya menghentikan obat-obatan kimianya dan diganti dengan herbal alami, yaitu dengan diberikan madu murni dan jus kurma setiap harinya. Dan hasilnya luar biasa, setelah rutin dibekam dan meminum herbal, tubuh Annisa bisa bertahan lebih kuat, bahkan tranfusi darah yang biasa ia lakukan sepekan 2 kali, nyaris tak pernah dilakukan lagi Allohu Akbar… Dialah sebaik-baik yang memberikan kesehatan.

    Sekarang usia Annisa menginjak 3 tahun, sedkit-sedikit daya tahan tubuhnyapun mulai membaik. Walaupun pertumbuhan tubuhnya tidak selayaknya anak kecil yang normal, namun Annisa mampu bertahan hidup, subhanallooh…Salam sehat buat Annisa kecil, semoga kedepan selalu ceria dan jadi anak yang sholehah yang sehat yang dicintai Alloh, Rosulnya kemudian jadi anak kebanggaan orangtuanya, aamiin…

     

     

    Bandung

    Ibnatu Muslim Asy Syathibi

     

     

     



  • Aduuuh Sakit Maag….!!

    ADUUUH SAKIT MAAG….!!

    Setiap pagi sebelum beraktifitas, Tanti sudah biasa minum obat pereda sakit maag. Karena kalo enggak, salah makan aja yang pedes-pedes atau yang terlalu asam, pasti perutnya jadi tidak bersahabat. Padahal kegiatannya begitu padat, dia aktif di organisasi sosial di lingkungannya.Begitu juga dengan pagi ini, dia siapkan segelas air hangat dan sebutir pil obat sakit maag, lalu dia berangkat menuju kantor kelurahan di desanya.  Rencananya hari ini ada jadwal rapat dengan Bapak Lurah untuk membahas tentang penghijauan dan kebersihan lingkungan.

    Namun ditengah jalan, tiba-tiba perutnya melilit tak karuan. Dia pegang dan dia tekan-tekan perut sebelah kirinya. Ya perut sebelah kirinya. Sakit itu dia rasakan sejak kecil, entah kenapa kayaknya nggak sembuh-sembuh, padahal dia suka memeriksakan diri ke dokter dan rajin juga minum obatnya juga. Setiap dia periksa, obat itu juga yang dikasih dokter, obat pereda sakit maag yang mengandung zat antasida untuk penetral  asam lambung, perih di ulu hati, panas pada perut kiri atas, mual, mulas dan kembung. Namun dia paksakan diri mengikuti rapat sampai selesai.

    Seusai rapat, salah satu temannya melihat wajah Tanti begitu pucat. “Kamu kenapa Tan, sakit? Wajahmu pucat begitu”. “Iya nih Des, maag saya lagi kambuh, padahal tadi padi saya  sudah minum obat maagnya. Gak tau kenapa, kadang suka  tiba-tiba aja muncul sakitnya. Makanan juga udah saya jaga”. “Suka minum madu enggak Tan?”. “Pernah sih terapi minim madu, tapi gak cocok, perut saya tambah melilit”. “Berapa lama konsumsi madunya?”. “Cuma sekitar 2 minggu, habis gak ada perubaham”. “Hmm pantesan.. Coba dech minum madunya harus rutin. Kalo pagi-pagi dicampur air hangat segelas, kalo ada tambahkan juga kayu manis dan temulawak. Siangnya jilat aja madunya 3 s/d  5 jilatan pake jari manis kanan, setiap 1 atau 2 jam sekali. In syaa Alloh reda kok. Dulu saya juga sama suka sakit maag kayak gitu, tapi semenjak terapi madu, terapi herbal sunnah, dan juga terapi ruqyah dan bekam, alhamdulilllah sakit maag saya udah jarang kambuh lagi. Shaum senin kamis lancar, makan pedes udah kuat, makan yang asem-asem juga sekarang malah seger he..asal tidak berlebihan aja. Padahal dulu mah boro-boro.., perut saya sensi banget dengan makanan yang pedas dan asem. Apalagi makan pisang tuh, wuih langsung melilit, padahal itu buah kesukaanku. Sekarang alhamdulillaah, makan pisang malah udah biasa sebelum makan juga, malah adem ke perut, BAB juga jadi lancar kalo makan buah sebelum makan. Coba dech, madu kan obat yang rekomendasinya langsung dari Alloh di QS An Nahl ayat 69, coba kamu buka. Bekam dan ruqyah juga sama, rekomendasinya dari Rosul. Ruqyah sih bisa ruqyah mandiri nanti. Tinggal rajin berbekam aja, minimal sebulan sekali kalo untuk perawatan. Kalo untuk pengobatan, bisa 2 minggu atau 10 hari sekal”.

    “Wah trimakasih buat infonya ya Des, saya juga  mau coba dech dengan terapi ruqyah, bekam , madu dan herbal sunnahnya. Mudah-mudahan sakit maag saya bisa sembuh. Dimana saya bisa diterapi bekamnya, soalnya saya belum pernah?”. “Oke In Syaa Alloh besok saya anterin. Nanti konsultasi dan diperiksa dulu kok gimana-gimananya. Dan jangan khawatir terapisnya juga muslimah, perempuan sama perempuan. Laki-laki juga sama laki-laki lagi, jadi aurot kita tetap terjaga. Oke sampai ketemu besok ya, mudah-mudahan kita semua bisa sehat dengan sunnah, dengan Thibbunnabawi/pengobatan cara nabi. Aamiin Yaa Robbal’alamiin”

    Pondokgede, Jum’at  12 Jumadil Ula 1438 H/10 Februari 2017

    Ibnatu Muslim Asy Syathibi

    sakit maag



  • Jodoh Tak Kunjung Datang?

    JODOH TAK KUNJUNG DATANG…..???

    Annisa…, sekarang usianya sudah hampir  kepala 4 . Aktifitas beliau sehari-hari bekerja di perusahaan asing.  Parasnya cantik, tinggi semapai, berhijab pula. Di kantornya beliau punya jabatan yang tinggi, dihormati banyak orang. Belanja sepekan sekali barang  apa yang ia inginkan mudah, uang ada, sopir tinggal nganterin. Orang lain yang melihatnya pasti menyangka,” beruntung sekali jadi wanita seperti beliau”.

    BeliauE anak sulung dari tiga bersaudara, semuanya perempuan.  Adik-adiknya pun tak kalah hebat seperti dirinya. Adik keduanya seorang guru, dan sedang mengelola sekolah unggulan di kotanya. Sementara adik bungsunya seorang dokter spesialis anak  di salah satu rumah sakit. Pasti bangga kedua orangtuanya yang telah membesarkan anak-anaknya sampai berhasil seperti itu.

    Namun dibalik kesuksesan anak-anak perempuannya, orangtuanya masih memiliki kecemasan, terutama sama anak perempuannya yang tertua. Usia Annisa hampir kepala 4 dan belum menikah. Sementara adik-adiknya sudah berkeluarga dua-duanya.

    Orangtuanya kesana kemari berusaha ikhtiar mencarikan jodoh buat anaknya, dari mulai mengenalkan sama anak-anak temannya. Mencari di majelis ta’lim laki-laki sholeh yang suka ke majelis ta’lim juga. Bahkan sampai dicarikan lewat biro jodoh di forum-forum terpercaya pun dilakukan. Qodarullooh, mungkin memang belum waktunya dari Alloh.

    Sebenarnya Annisa pun tak tinggal diam menunggu jodoh begitu saja. Beliau yakin bahwa jodoh itu pasti datang, namun..siapa, kapan dan dimananya? Inilah yang masih dirasa ghoib baginya. Beliau hanya bisa berdo’a dan meyakinkan orangtuanya, bahwa dia nyaman kok dengan keadaan sekarang, one day jodoh itu pasti datang…

    Sampai suatu hari, tantenya menyarankan dan mengajak Annisa untuk  diterapi  ruqyah. “Ruqyah itu sunnah rosul, cuma dibacakan do’a  dari Al Qur’an aja kok Nis. Kemarin tante nganter anaknya Bu Sum ruqyah, anaknya suka marah-marah.. Ee setelah diruqyah anaknya jadi baik kata Bu Sum”, begitu uraian tantenya sama Annisa dan kedua orangtuanya. Orangtuanya pun jadi tertarik, dan menyarankan Annisa pula untuk ruqyah.

    Akhirnya Annisa pun mau, demi menyenangkan kedua orangtuanya. Namun dalam hatinya beliau tetap yakin, bahwa jodoh itu pasti ada, karena sudah janji Alloh, bahwa manusia itu diciptakan berpasang-pasangan.

    Setelah sampai di tempat ruqyah, Annisa membaca brosur tentang ciri-ciri orang yang diganggu jin. Deg hatinya, karena disitu disebutkan salah satu ciri diganggu jin adalah lambat mendapatkan jodoh, hemm..benarkah??

    Proses ruqyah pun dilakukan. Annisa dan orangtuanya diajak sharing dan konsultasi dengan orang yang mau meruqyahnya  tentang motivasi beliau untuk diterapi ruqyah. Satu persatu dijelaskan, tentang makna ruqyah, tentang ujian hidup, tentang istighfar dan taubatan nasuha, tentang niat, tentang do’a, tentang memperbaiki diri, dan tentang janji Alloh bagi orang yang sabar… Jleb.., sesi inilah yang membuat Annisa dan orangtuanya mencucurkan air mata. Selama ini mereka hanya memandang sempit tentang nikmat Alloh, dan mengabaikan nikmat Alloh yang lainnya.., Laa haula walaa quwwata illaa billaah..

    Annisa pun menikmati lantunan ayat-ayat Al Qur’an ketika dibacakan disamping telinganya… Beliau malu dihadapan Alloh, beliau rindu dengan ayat-ayat Alloh. Selama ini beliau sibuk dengan dunia,  “Wahai Robb aku rindu…”  Itulah yang ada dalam hati Annisa ketika mendengarkan ayat-ayat ruqyah.

    Sepekan setelah diterapi ruqyah, terngiang-ngiang nasihat dari peruqyahnya…, “Mbak Nisa.., Alloh menciptakan kehidupan dan kematian sangaja, untuk menguji manusia siapa yang terbaik amalnya. Lihat di QS Al Mulk ayat 2. Ada yang diuji dengan  sakit, ada yg diuji dengan  hartanya, ada yang diuji dengan keluarganya dan lain sebagainya..  Nah mungkin mbak Nisa kebagian ujiannya mengenai jodoh. Jangan khawatir, toh jodoh kita juga milik Alloh, langsung minta sama pemiliknya. Jodoh itu bukan soal cepat atau lambat, tapi tentang takdir dan ketetapan Alloh.  Tugas mbak Nisa tinggal berdo’a, sempurnakan ikhtiar, soal hasil tawakal saja sama Alloh. Perbaiki hubungan dengan Alloh, perbaiki hubungan dengan manusia, perbaiki hubungan dengan alam, dan jangan lupa perbaiki juga hubungan dengan diri sendiri. Jika kita ingin jodoh yang sholeh, maka sholehkan diri kita dulu. Jika kita ingin jodoh yang penyayang, maka kita belajar dulu jadi penyayang. Jika kita ingin jodoh kita pemaaf, maka kita dulu yang harus jadi pemaaf. Sesungguhnya rizki Alloh itu luas, banyak bersedekah, banyak bersilaturahmi, banyak berdo’a diwaktu yang mustajab. Do’a meminta jodoh juga banyak di Al Qur’an, salah satunya ada di QS Al Furqon ayat 74, baca dengan tulus dan ikhlas, serta yakin hanya Alloh yang mengabulkan do’a-do’a kita. Selamat berjuang ya, tugas kami disini hanya mendo’akan dan  mendamping i mbak Nisa untuk dekat dengan Alloh, tapi yang memberikan ketenangan, kesehatan, bahkan Jodoh mbak Nisa itu hanya Alloh, bukan karena terapi ruqyah ini. Ini hanya bentuk ikhtiar aja, semoga Alloh memberikan jodoh yang terbaik buat mbak Nisa. Terbaik dimata Alloh kemudian terbaik juga dimata mbak Nisa dan keluarga In Syaa Alloh, Aamiin Yaa Robbal’alamiin…”

     

    Pondokgede, Rabu 10 Jumadil Ula 1438 H/8 Februari 2017

    Ibnatu Muslim Asy Syathibi



  • Rasa Takut Berlebihan Setelah Melahirkan

    Rasa Takut Berlebihan Setelah Melahirkan

    Ada seorang ibu muda berkunjung ketempat ruqyah syar`iyyah diantar oleh kerabatnya dan suaminya,saat itu kebetulan terapis akhwat yang biasa meruqyah sedang tidak bertugas,sehingga pengananpun dilakukan oleh terapis ikhwan  maka pengananpun dilakukan didampingi suami dan kerabatnya. Sebelum dilakukan ruqyah ada sesi konsultasi dan diagnosa:  dalam sesi itu ibu muda mengeluhkan dia sering merasakan gelisah yang timbul tiba-tiba setelah  melahirkan anak yang kedua,padahal pada waktu lahiran anak yang pertama itu tidak dialaminya.

    Waktu itu terapis menanyakan ketakutan seperti apa yang dialami muda itu ternyata siibu menyebutkan ketakutan yang berbeda umumnya yang biasa dialami ibu melahirakan seperti biasanya

    Seperti Baby Blues Syindrome yang biasa juga dikenal sebagai Postpartum Distress Syndrome merupakan suatu kondisi dimana muncul perasaan gundah gulana atau adanya perasaan sedih yang di alami oleh para ibu pasca melahirkan. Kondisi ini biasanya terjadi pada 14 hari pertama pasca melahirkan dan cenderung memburuk pada 3 ata 4 hari pasca melahirkan. Namun jika ibu mengalami kondisi yang sama melebihi batas normal 2 minggu, maka baiknya ibu berkonsultasi dengan dokter, karena di khawatirkan mengalami Postpartum Depression.

    Siibu pun telah berobat kedokter juga namun tidak ada hasilnya,,,,hasi analisa terapis disimpulkan tahap awal siibu memangg mengalami baby blues syindrome dan tidak mendapat penanganan yang tepat dari lingkungan mungkin karena pengetahuan dan latar budaya keyakinan keluarga yang lenbih menghubungkan kesisi non medisnya. Sehingga  keadaan siibu semakin memburuk sampai-sampai rasa takutnya muncul kefaktr-faktor lainnya ,seperti takut meninggal,takut neraka, yang muncul tiba tiba setelah menjelang malam tiba sehingga siibu tidak fokus mengurus bayi dan beribadah. Kondisi seperti itu disimpulkan kelemahan yang terjadi pada ibu itu  diindikasikan sudah dimanfaatkan syaitan .sehingga memang teppat dilakukan ruqyah dan ibu tersebut dituntut untuk mengamalkannya.

    Penanganan yang dilakukan saat itu oleh terapis yaitu menggali faktor kelemahan siibu ,mendengarkan keluhan siibu,cukup didengar saja biasanya orang yang punya masalah sesudah mengutarakan keluhannya bebannya akan berkurang.kemudian simpulkan dan berilah motivasi dan solusi yang bertujuan menjadikan siibu untuk lebih dekat dan lebih bergantung  lagi hanya kepada  Alloh SWT.  Berikan tips-tips amalan terutama amalan sunah termasuk ruqyahnya,dan lakukan ruqyah syari`yyah ,pada waktu nitu terapis hanya meruqyah membacakan ayat-ayat ruqyah tanpa menyentuh siibu karena bukan muhrim, kemudian membimbing siibu untuk dapat melakukan  ruqyah mandiri sampai bisa istiqomah melakukannya dirumah…Alhamdulillah saat itu dapat dilakukan semua prosesi ikhtiarnya tinggal siibu lebih dapat bertawakal kepada Alloh SWT, dan saat itu terapis memberikan gambaran kepada keluarga untuk bisa mendukung dengan mengkondisikan lingkungan dirumah .

    Tiga hari berlalu sejak saat itu siibu datang kembali ingin diruqyah lagi sekalian dibekam  dan terapis menjadi bertanya tanya apa siibu semakin parah? Namun siibu bertutur Alhamdulillah keluhan rasa ketakutan sesudah melahirkannya sudah hilang saya ingin ruqyah lagi sekalian bekam biar keluhannya gak muncul kembali,,,Subhanalloh,Alhamdulillah ,Allohuakbar sungguh Alloh mudah menghilangkan penyakit karena Alloh lah Yang Maha Penyembuh segala macam penyakit baik lahir maupun batin



  • Stres dan Malas Beribadah Hilang

    Stres dan Malas Beribadah Hilang

    Seorang pemuda bercerita tentang dirinya ia, berkata ,”Dulu aku merasa menjaga shalat itu perkara yang sangat sulit.pada mulanya aku berusaha menunaikannya.namun seiring berlalunya waktu,aku mulai merasakan semacam kemalasan,rasa takut kurang tidur dan hilang napsu makan.hingga aku tidak dapat mengendalikan diriku.aku mengesampingkan banyak diantara kewajiban-kewajiban agama. Aku merasa benci kepada diriku sendiri.aku menjauhi semua orang yang mengingatkanku pada Allah dan ibadah.singkatnya, aku tenggelam dalam perbuatan-perbuatan maksiat.

    Namun,aku masih sering menangis dimalam hari karena takut kepada Allah sampai aku tidur. Aku mengkonsultasikan kondisiku tersebut pada seorang kerabatku yang lalu menyarankan ku menjalani terapi ruqyah syar`iyyah. Maka aku mulai melakukan ruqyah sendiri. Dan tak tubuh waktu lama,aku merasa seperti hidup kembali saat gejala –gejala buruk tersebut mulai menyingkirkan dari kehidupanku.akupun kembali kepada Rabb,Mengerjakan shalat dan istiqomah yang lebih baik dari sebelumnya.segala puji bagi Allah.

    Stres dan Malas Beribadah Hilang



  • Mimpi Yang Terindikasi Gangguan Jin

    Mimpi Yang Terindikasi Gangguan Jin

    Suatu saat ada seorang pemuda yang mengeluhkan karena sering bermimpi ketemu dengan orang yang meninggal dalam mimpinya,dalam mimpinya seperti hal nyata saja bahkan dia merasa tersadar bahwa dirinya sedang bermimpi karena sering dan bertahun tahun sampai sampai dia bisa mengendalikan mimpinya ingin mimpi apa atau ingin mimpi ketemu dengan siapa dalam mimpinya itu bisa dilakukannya sampai sampai untuk ketemu orang yang sudah meninggal yang dia kenal dia bisa langsung melakukannya dalam mimpinya. dalam kondisi seperti itu maka kwalitas tidurnya menjadi tidak berkwalitas ,dia tertidur namun tak seperti orang tidur umumnya Akhirnya karena setiap malam tertidur seperti itu staminanya pun menjadi tidak stabil imunitasnya menurun karena waktu tidur yang harusnya buat istirahat malah banyak bermimpi yang seperti itu.

    Bagaimana kita memandang yang dialami pemuda tersebut.

    dari Abu Sa’id Al-Khudri, bahwa sesungguhnya dia mendengar Nabi saw bersabda:
    “Apabila sesorang dari kamu memihat suatu mimpi yang menyenangkan maka sesungguhnya mimpi itu hanyalah dari Allah swt, maka hendaknya ia memuji Allah swt (bertauhid) atas mimpinya dan hendaknya ia memberitahukannya. Dan apabila ia melihat tidak demikian dari yang tidak menyenangkannya maka sesungguhnya mimpi itu hanyalah dari syaitan, maka hendaklah ia memohon perlindungan (ta’awwudz kepada Allah swt) dari keburukannya dan janganlah menuturkannya kepada seseorang, maka mimpi itu tidak membahayakannya (madharat).” (HR : Bukhari)

    Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,yang artinya :
    “Tidaklah tinggal dari tanda-tanda kenabian kecuali berita-berita gembira”. Para shahabat bertanya :”apa itu berita-berita gembira?”, Rasulullah saw bersabda: “mimpi yang baik” (hr. Bukhari).

    diriwayatkan bahwa seorang laki-laki berkata kepada Nabi saw:
    “Sesungguhnya saya telah bermimpi (melihat) kepalaku telah terputus (dari badanku) lalu saya mengikutinya dari belakang, maka Nabi saw mencelanya dan bersabda : “janganlah kamu ceritakan (kepada orang lain) permainan syaithan terhadapmu di dalam mimpi(mu)” (HR. Muslim)
    Karena mengetahui tentang ruqyah maka pemuda itu suatu saat melakukan ruqyah dan benar saja ada sedikit reaksi ketika diruqyah seperti desisan dari mulutnya dan tubuhnya pun gemetar.

    Peruqyah menganjurkan untuk sekalian melakukan bekam ,alhamdulillah pemuda itu mau ,setelah itu peruqyah menganjurkan pemuda itu rutin ruqyah mandiri sebelum tidur dan berbekam rutin setiap bulannya,dianjurkan fokus meningkatkan amal ibadah wajib dan sunahnya,,,,,membersihkan diri dari amalan yang berkaitan dengan unsur kemusrikan didalamnya,,,,,,selama tiga bulan pemuda itu melakukannya dan akhirnya pemuda itu merasakan perubahan dalam hidupnya,,keluhannya hilang bisa tidur nyenyak dan lebih bisa fokus kembali beribadah,,,Alhamdulillah



  • Pengobatan Penyakit Maag & Thypus dengan cara shaum & terapi bekam dan ruqyah syar`iyah

    Pengobatan Penyakit Maag & Thypus dengan cara shaum & terapi bekam dan ruqyah syar`iyah
    Penyakit ini menyerang sistem pencernaan dimana maag adalah iritasi yang terjadi atau radang yang sudah berlanjut ke usus. Biasanya yang memiliki thypus itu memiliki gangguan atau permasalahan dengan lambung atau maag. Shaum InsyaAllah bisa menjadi terapi untuk penyakit ini ,karena dengan shaum akan terjadi proses perbaikan pola makan,(normalisasi jam biologis pencernaan) bahkan pencernaan yang terkena radang akan mendapatkan istirahat demi memperlancar proses regenerasi sel-sel jaringan usus apalagi disertai mengkonsumsi herbal tertentu yang berfungsi sebagai nutrisi tambahan khusus untuk organ tersebut seperti madu dan pegagan makan talbinah itu sangat baik
    Mungkin pada awalnya akan terasa sulit namun secara perlahan akan membaik apalagi ditunjang hati yang ikhlas akan menghasilkan hati yang tenang sehingga pengeluaran asam lambung yang dipicu oleh setres akan terkawal bahkan tubuh akan memproduksi enkefalin sebagai analgesik alaminya. Maka sempurnakan proses ikhtiar dengan terapi bekam untuk membantu meningkatkan imunitas tubuhnya dan ruqyah mandiri sering memegang perut yangsakit kemudian membacakan ayat suci Al-Quran dan mohon keikhlasan,kekuatan langsung kepada Alloh SWT,,dan istiqomahkan selalu baca bismilah menyebut Nama alloh ketika mengawali makan dan mengakhirinya dengan Alhamdulillah ,memuji Allah,, semoga jadi ilmu dan bisa kita amalkan terutama bagi penderita sakit maag dan thipus ,,,aamiin



  • Mengenali Gangguan Jin / Syetan Pada Manusia

    MENGENALI GANGGUAN JIN/SYETAN PADA MANUSIA
    Kesurupan atau bisa di sebut dengan kerasukan merupakan suatu keadaan atau ungkapan untuk orang yang terganggu akal dan jiwanya,sehingga ia tidak memahami apa yang ia katakan/ucapkan dan lakukan,dia juga mengalami dan menderita hilang ingatan akibat gangguan pada urat-urat saraf motorik dan sensorik. Akibatnya,penderita penyakit gangguan,kerasukan atau kesurupan ini dalam tingkah lakunya,dia akan linglung serta canggung ketika bergerak dan bertindak.Ia tidak mampu bergerak dengan seimbang dan berbicara normal.
    Menurut Al-Hafizh Ibnu Hajar Al-Asqolani,kerasukan,kesurupan merupakan penyakit non medis yang menghalangi organ-organ penting dalam tubuh manusia sehingga tubuh tidak dapat bekerja secara normal kadangkala,hal ini di ikuti rasa kejang pada anggota tubuh yang menyebabkan penderitanya merasa tidak seimbang bahkan ia bisa terjatuh dan mengeluarkan busa pada mulutnya(gangguan seperti ini dalam kedokteran di sebut sebagai ephilepsy).
    Akan tetapi gangguan seperti ini bisa juga diakibatkan oleh gangguan jin,dan gangguan seperti ini hanya akan menimpa orang yang berjiwa lemah,tidak komitmen terhadap ajaran islam bahkan berbuat dosa dan maksiat,baik karena jin menganggap bahwa orang tersebut pantas dirasukinya karena jauhnya hubungan ia dengan Allah SWT atau karena gangguan yang diakibatkan oleh para dukun dan tukang sihir yang menjadikan jin sebagai pasukannya dan bersekutu dengan manusia(dukun).Dalil dalil syar’l tentang adanya bukti jin merasuki tubuh manusi.
    ‘’orang-orang yang memakan riba tidak dapat berdiri melaikan seperti berdirinya orang yang kerasukan setan lantaran penyakit gila,keadaan mereka demikian itu adalah disebabkan mereka berkata,sesungguhnya jual beli itu sama dengan riba.Orang-orang yang telah sampai kepadanya larangan dari Rabb-nya,lalu terus berhenti(dari mengambil riba),maka baginya apa yang telah diambilnya dahulu(sebelum datang larangan)dan urusannya(terserah) kepada Allah,orang yang mengulangi(mengambil riba),maka orang itu adalah penghuni-penghuni neraka:mereka kekal di dalamnya(Qs Al Baraqah:275)
    Dalam menafsirkan ayat ini imam Al-Hafiz Ibnu Katsir berkat;
    ‘’orang orang yang memakan riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan setan lantaran gangguan kegilaan yang ditimbulkan setan…’’(Qs Al Baqarah:275)
    Dengan :”mereka akan berdiri seperti berdirinya seorang yang berpenyakit ayan ketika sedang kambuh,lalu setan akan mempermainkan hal demikian itu dengan melakukan suatu kemungkaran.”.
    Imam Al-Alusi berkata,”sesungguhnya orang-orang yang memakan riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kerasukan setan lantaran penyakit gila didunia ini.Lafal at takhabbutu(kesurupan)adalah suatu bentuk tindakan yang puncaknya adalah memukul dengan tangan terus menerus kesegala arah,maksud firman ALLAH SWT”minalmassi”(lantaran gangguan),menurut orang arab berarti dia tertimpa penyakit gila karena kerasukan/kesurupan jin.Sedangkan makna aslinya adalah menyentuh dengan tangan.Disebut demikian,karena setab terkadang menyentuh manusia dengan was-was,khawatir,takut,cemas,marah,dan cinta berlebihan kepada manusia dan harta.
    Dalil di dalam As-Sunnah
    Imam Al-Hakim meriwayatkan di dalam mustadraknya “dari Mathar bin Abdurrahman Al-A’naq,ia berkata,’suatu ketika kakeknya Wazi’pergi menjumpai Rasulullah Saw.Dengan membawa salah seorang anaknya yang tertimpa penyakit gila.lalu kakek saya berkata tatkala kami berjumpa dengan Rasulullah Saw saya membawa anak saya yang tertimpa kegilaan.saya bawa kesini agar baginda Rasulullah Saw.berkenan mendoakan agar sembuh,Rasulullah SAW bersabda bawalah dia kemari.
    Kemudian saya hampir dia yang masih di kendaraan lalu saya melepaskan tali pengikatnya (ia mengikatnya karena takut anaknya kabur),dan saya mengganti pakaian safarnya dengan memakaikan dua lapis pakaian yang bagus untuknya,lalu saya menuntun tangannya hingga kami berada di hadapan Rasulullah Saw,beliau bersabda dekatkan ia padaku dan palingkan ia hingga punggungnya menghadap kepadaku,lalu beliau memukul punggungnya dan bersabda,keluarlah wahai musuh Allah!keluarlah wahai engkau musuh Allah!setelah itu anak itu bisa melihat dengan keadaan seperti orang normal lainnya.Tidak seperti pada saat awal berjumpa dengan Rasulullah Saw,lalu Rasulullah Saw.menyuruhnya duduk dihadapan beliau.kemudian beliau mendoakannya dan mengusap wajahnya”
    Hadis ini diriwayatkan oleh Imam Thabrani,sedangkan yang meriwayatkan dari Ummu Aban hanya Mathar saja (majma’uz zawaid 9/3).Al hafizh Ibnu Hajar berkata bahwa ummu aban adalah Maqbullah (bisa diterima) (taqribut tahzib 2/619)di dalam kitab shahihnya Imam Bukhari meriwayatkan pula hadist dari Ummu Aban.
    Berdasarkan hadist di atas,kita dapat mengambil kesimpulan beberapa hal:
    1.Setan dapat mengganggu manusia sehingga membuatnya sakit bahkan gila.
    2.Gangguan kerasukan/kesurupan jin dan semacamnya adalah hak,ada dan bukan mitos.
    3.Setan dapat masuk kedalam diri manusia dan tinggal di dalamnya.
    4.Setan atau jin yang masuk ke dalam tubuh dapat dikeluarkan dengan memohon bantuan kepada Allah lewat terapi Ruqyyah.

     

    Tahukah Anda??
    *Fenomena meningkatnya kasus kesurupan masal,menandakan tingkat ketaatan keberagamaan masyarakat semakin rendah.
    *Wanita memiliki kondisi sensitifitas dan tingkat stres yang tidak stabil,ini yang diyakini oleh para ahli kejiwaan sebagai penyebab utama wanita lebih mudah kesurupan.
    *kondisi ruqyah menjadi penentu pertahanan diri seseorang dari gangguan jin/syaitan;semakin baik tingkat ketaatan dan khusyuk maka semakin kuat pula ia dari gangguan jin/syaitan.
    *Orang yang pernah kesurupan maka ia akan lebih rentan untuk kesurupan kembali;jika tanpa melakukan terapi pengobatan atau meningkatkan keimanan dan ketaqwaan.
    *Gangguan jin/syaitan adalah ujian bagi keimanan,sehingga cara pengobatannyapun sangat terkait dengan nilai-nilai keimanan.sesuai target gangguan syaitan adalah menggelincirkan manusia dari keimanan kepada dosa dan kemusyrikan.



  • Memahami Ruqyah Sebelum Melakukan Ruqyah

    Ruqyah Sesuai Syariah
    Dipampangkan kepadaku umat-umat.Lalu aku melihat seorang nabi dan bersamanya sekelompok kecil orang ( kurang dari sepuluh ) ,ada nabi yang diiringi satu atau dua orang,dan ada nabi yang tidak diiringi seorangpun.kemudian diangkat (diperlihatkan) kepadaku sekelompok besar manusia yang aku sangka mereka adalah umatku .lalu dikatakan kepadaku,itu Musa dan kaumnya.Akan tatapi lihatlahn keufuk’ maka aku melihat ke ufuk ternyata disana ada sekelompok besar manusia dan dikatakan lagi kepadaku lihatlah keufuk lain’ternyata disana ada sekerlompok besar manusia dan dikatakan bahwa itu adalah umatku.dan bersama mereka ada 70 ribu orang yang masuk surga tnpa hisab dan tanpa adzab. Maka Rasulullah SAW bangkit seraya masuk kerumahnya.Ributlah orang-orang merperdebatkan yang 70 ribu orang yang masuk surga tanpa hisab dan tanpa adzab .sebagian mereka mengatakan “mungkin mereka yang menyertai para sahabat islam sehingga mereka belum pernah melakukan kemusrikan kepada Allah”, dan mereka menyebut hal-hal yang lain. Maka keluarlah Rasulullah SAW .kepada mereka seraya bertanya ,”apa yang kalian perdebatkan?” mereka menyampaikan kepadanya .maka Rasulullah saw bersabda,”mereka adalah orang orang yang tidak pernah meruqyah,orang-orang yang tidak minta diruqyah ,tidak meramal nasib ,dan kepada Rabb mereka bertawakal.”berkatalah ukkasyah” “Ya Rasulullah ,berdoalah kepada Allah agar aku termasuk didalamnya.” Rasulullah saw menjawab .” engkau termasuk orang didalamnya .” lalu berdirilah seseorang dan mengatakan ,” Ya Rasulullah ,doakan aku agar menjadi bagian dari mereka .,”Rasulullah bersabda ‘”ukkasyah telah mendahuluimu.”HR.Muslim

    Masuk surga adalah dambaan setiap orang yang beriman dan masuk surga tanpa hisab dan tanpa adzab adalah karunia istimewa yang Allah berikan kepada orang-orang khusus.siapakah mereka?hadist diatas menyebutkan bahwa orang yang akan masuk surga tanpa hisab antara lain adalah orang yang tidak melakukan ruqyah.tentu saja,hal itu berlaku setelah persyartan utama terpenuhi yakni beriman kepada Allah,melaksanakan segala perintahNya,dan menjauhi segala laranganNya.
    Secara Naluriah,manusia selalu ingin terhindar dari segala yang mengganggu dan menakutkan atau melepaskan diri dari segala macam penyakit dan berbagai hal lain yang tidak mengenakan.Manusia juaga akan selalu berlindung ata meminta perlindungan kepada sesuatu diluar dirinya yang diyakini mempunyai kekuatan .salah satu bentuk yang sejak jaman dahulu kala digunakan oleh umat manusia untuk menjauhkan segala yang tidak diinginkan (baik penyakit maupun gangguan lainnya) adalah jampi-jampi atau ruqyah .para ulama menjelaskan ,ruqyah adalah kalimat-kalimat atau bacaan bacaan yang diucapkan untuk mencari perlindungan dari sesuatu yang ditakuti atau meminta kesembuhan dari penyakit.sebagian masyarakat menyebutkannya jampi-jampi .ruqyah pada dasarnya bisa dilakukan oleh seseorang untuk dirinya maupun untuk orang lain.
    Untuk menjaga kemurnian tauhid dan terhindar dari kemusrikan maka Rasulullah SAW mengawal segala keinginan dan keyakinan manusia itu.Oleh karenanya Rasulullah saw menjelaskan hukumasal ruqyah adalah haram dan termasuk perbuatan syirik.hal ini disabdakan dalam hadist berikut :

    “ sesungguhnya ruqyah –ruqyah ,jimat-jimat,dan pelet adalah syirik.”( HR.Ahmad.AbuDawud.Ibnu majah dan Al-Hakim).
    Seiring berjalannya waktu Rasulullah Saw kemudian memberikan rukshah atau dispensasi dalam melakukan ruqyah terhadap beberapa hal.dalam hadist yang disampaikan oleh anas bin malik disebutkan .”Rasulullah Saw memberikan dispensasi(rukshah) dalam ruqyah dari ain,humah,dan namlah.”( HR.Muslim)

    Ain adalah penyakit atau pengarruh yang terjadi pada seseorang akibat tatapan mata seseorang yang menggunakan sihir.
    Humah adalah luka atau rasa sakit akibat bisa(racun)
    Namlah adalah luka-luka yang keluar dibagian samping tubuh manusia.
    Dispensasi atau pengecualian yang diberikan Rasulullah Saw tersebut menunjukkan bahwa ruqyah secara umum adalah dilarang .bahkan Rasulullah Saw menunjukkan bahwa diantara orang yang akan masuk syurga tanpa hisab adalah orang-orang yang tidak pernah me-ruqyah dan tidak pernah diruqyah sebagaimana disebutkan dalam hadist diatas.
    Menjelaaskan hadist diatas .syaikh shalih bin abdul-Aziz bin Muhammad bin Ibrahim menulis”laayastarqun” yang artinya tidak meminta diruqyah . ini dikarenakan orang yang meminta diruqyah hatinya cendrung kepada yang meruqyah hingga ia dapat menghilangkan sebab-sebab penyakit yang ada pada dirinya .saat seseorang diruqyah hatinya sangat tergantung kepada ruqyah melebihi ketergantungan kepada kedokteran dan sejenisnya.orang-orang arab dimasa jahiliyah(demikian pula keadaan kebanyakan manusia)memiliki ketergantungan kepada ruqyah dan kepada orang yang melakukan ruqyah .

    Namun demikian kita perlu mempelajari keterangan-keterangan lainnya supaya kita lebih memahami ruqyah itu supaya ketika kita memerlukan melakukan proses ruqyah atau ketika kita diminta meruqyah itu dengan tetap dalam tuntunan syariat.

    Auf bin Malik mengatakkan ,”kami biasa melakukan ruqyah dimasa jahiliyah.Lalu kami bertanya,’Ya Rasulullah bagaimana engkau memandang hal itu?’Rasulullah menjawab”pertunjukkanlah padaku ruqyah-ruqyah kalian.tidak mengapa dengan ruqyah selama bukan kemusrikan”(HR.Ath-Thabrani,Ibnu Majah ,dan Albaihaqi)

    Lalu ruqyah seperti apa yang dibenarkan menurut AL-Quran dan sunah?Ruqyah yang dibenarkan adalah yang memenuhi syarat-syarat berikut ini.
    • Berupa firman Allah,nama-nama Nya,sifat-sifatNya,atau dengan doa-doa yang diajarkan Rasulullah Saw.
    • Menggunakan bahasa arab
    • Kalimat-kalimatnya mempunyai makna dan dapat dipahami
    • Tidak mengandung sesuatu yang tidak diperkenankan dalam akidah islam seperti meminta kepada jin,meminta kepada malaikat ,menyeru kepada orang-orang yang sudah meninggal.
    • Lafaz ruqyah itu sendiri tidak menjadi sandaran kekuatan.sandaran tetap ditujaukan kepada Allah SWT
    • Yang melakukan ruqyah tetap meyakini bahwa segala sesuatu berubah hanya dengan izin Allah dan bukan karena kalimat-kalimat ruqyahnya.
    Maka sebelum melakukan ruqyah ,baik meruqyah atau diruqyah sebaiknya kita memahami terlebih dahulu apasih ruqyah itu dan bagaimana ruqyah itu disyariatkan,supaya baik yang meruqyah dan diruqyah sama-sama terlindungi strategi setan yang senantiasa menjauhkan manusia dari rido ALLAH SWT.

    Kedudukan Ruqyah Dalam syariat Islam
    Oleh Ust. Amin Saefullah Muchtar

    http://cabangmargaasih.blogspot.com

    Pengantar

    Manusia adalah mahluk Allah swt. yang mempunyai dorongan untuk hidup sehat, terbebas dari keluhan, dan terhindar dari mara bahaya. Demikian pula selalu berkeinginan hidup senang dan serba mudah.

    Pada masa jahiliyah telah dikenal istilah rukyah, yaitu salah satu upaya atau cara yang ditempuh berdasarkan aqidah mereka untuk menyembuhkan yang sakit atau agar terhindar dari marabahaya. Demikian pula halnya dengan memimta pertolongan kepada bangsa jin. Khususnya di Indonesia, masyarakat yang pada awal kedatangan Islam hidup dengan kepercayaan animisme dan dinamisme, tentu saja akidah syirik ini melahirkan berbagai kepercayaan mistik menyangkut hal-hal gaib. Landasan tahayyul yang dihiasi dengan cerita-cerita khurafat, dan selanjutnya menumbuhkembangkan perbid’ahan-perbid’ahan dalam segala aspek kehidupan. Maka berhala-berhala, dukun-dukun, jimat-jimat, jampi-jampi, mantera-mantera merupakan bagian kehidupan masyarakat yang tak terpisahkan.
    Sekarang, pada saat tekanan krisis multi demensi tak kunjung melemah, hal ini semakin meningkatkan intensitas permasalahan hidup, dan tak urung masalah-masalah pun semakin kompleks. Kesibukan, persaingan bisnis, pekerjaan, jabatan, sampai kehilangan mata pencaharian, dan makin bertambahnya pengangguran. Belum lagi tayangan-tayangan yang dikaitkan dengan makhluk-makhluk gaib, lalu bermunculannya senetron-sinetron yang bermaterikan tangisan, pertengkaran, kemewahan dan kemaksiatan, serta kriminal. Yang tak mau kalah bersaing dengan sinetron-sinetron atas nama Islam dengan materi kemusyrikan, khurafat, tahayyul, dan bid’ahnya, semakin menumbuhsuburkan kebingungan masyarakat terhadap kebenaran. Yang jelas, itu semua menambah beban dan tekanan-tekanan hidup. Apalagi dengan terjadinya berbagai bencana alam dan munculnya jenis-jenis penyakit, kuman dan virus.
    Keadaan di atas, sungguh merupakan lahan yang teramat subur untuk kembalinya manusia ke alam kejahiliyyahan secara akidah, ibadah dan muamalah. Dalam pada itu muncullah orang-orang pintar dengan pengakuan banyak tahu hal gaib, hal yang telah dan akan terjadi. Bahkan untuk membebaskan masyarakat dari segala masalah termasuk penghapusan dosa. Yang lebih membingungkan umat, justru karena yang muncul itu banyak menamakan dirinya ustaz, kiai, atau gelar lainnya. Sehubungan dengan itu kita kaji kembali hakikat rukyah syar’iyyah, sehingga apa yang kita lakukan dalam upaya kesembuhan dan lain sebagainya senantiasa berada dalam jalur yang diridai Allah swt.

    Pengertian Rukyah
    Ruqyah adalah bentuk mufrad/tunggal yang bentuk jamaknya adalah ruqa, ruqyat dan ruqoyat. Menurut bahasa ruqyah artinya at-ta’widz atau al isti’adzah (memohon perlindungan). Sedangkan secara istilah ruqyah ialah :
    أَنْ يُسْتَعَانَ لِلْحُصُولِ عَلَى أَمْرٍ بِقُوًى تَفُوقُ القُوَى الطَّبِيعَةَ فِى زَعْمِهِمْ وَوَهْمِهِمْ
    Diminta pertolongan agar tercapainya suatu urusan dengan kekuatan yang melebihi kekuatan biasa dalam keyakinan dan sangka mereka. Almunjid : 276

    Dengan demikian, ruqyah dapat berarti berlindung kepada Allah dari hal buruk yang sedang atau akan terjadi termasuk doa meminta kesembuhan dari suatu penyakit. Ruqyah dapat juga berarti jampi-jampi, mantera-mantera yang diucapkan untuk maksud di atas.
    Ruqyah dalam memohon pelindungan atau doa kesembuhan kepada Allah swt. dapat dilakukan, diantaranya :
    1. Ruqyah Untuk yang Belum Terjadi
    Rasulullah Saw. meruqyah kedua cucu beliau Hasan dan Husen.
    2. Ruqyah apabila singgah di sebuah rumah
    3. Disengat kalajengking lalu tidak dapat tidur semalaman
    4. Pada malam hari membaca dua ayat terakhir dari surat albaqarah.
    5. Mendatangi suatu tempat yang belum dikenali
    6. Ruqyah dengan Alfatihah.
    7. Ruqyah dengan surat-surat Almuawwidzat dan Doa-doa
    8. Ruqyah dengan doa :
    بِسْمِ اللهِ أَرْقِيكَ، وَاللهُ يَشْفِيكَ مِنْ كُلِّ دَاءٍ فِيكَ ، أَذْهِبِ البَأْسِ رَبَّ النَّاسِ إِشْفِ أَنْتَ الشَّافِي لاَ شَافِيَ إِلاَّ أَنْتَ رواه أحمد 44: 404 رقم 26821 والنسائي 3 :253 رقم 10860 وابن حبان 7 :632 رقم 6063
    9. Ruqyah dengan doa:
    بِاسْمِ اللهِ ثَلاثًا وَقُلْ سَبْعَ مَرَّاتٍ أَعُوذُ بِاللهِ وَقُدْرَتِهِ مِنْ شَرِّ مَا أَجِدُ وَأُحَاذِرُ رواه مسلم 2 :356 رقم 2202 والترمذي 4 :356 رقم 2080 وابن ماجه 4 :253 والنسائي 6 :349 رقم 10839
    10. Ruryah Jibril untuk Nabi saw.
    11. Berobat mengupayakan kesembuhan itu ibadah.

    Dari hadis-hadis tentang rukyah Nabi dan para sahabatnya jelaslah bahwa ayat-ayat yang dibaca oleh Rasulullah saw. adalah ayat-ayat yang isinya memohon perlindungan kepada Allah dan hanya Allahlah tempat bergantung. Pada Alfatihah setelah memuji Allah, terdapat kata-kata iyyaka nastain demikian pula pada surat al-ihkhlas terdapat kata-kata Allahush shamad, dan pada surat Alfalaq serta Annas lebih jelas lagi sejak ayat pertama sampai terakhir. Oleh karena itu membaca ayat-ayat ini dalam melakukan ruqyah tiada lain kecuali doa atau memohon kesembuhan atau perlindungan kepada Allah, bukan ayat-ayat itu sendiri yang memiliki kekuatan menyembuhkan penyakit yang sedang diderita. Hal seperti ini lebih jelas dapat kita lihat pada sabda Rasulullah saw. sebagai berikut:
    لاَ بَأْسَ بِالرُّقَي مَالَمْ يَكُنْ فِيهِ شِرْكٌ رواه مسلم
    Tidak mengapa melakukan ruqyah selama padanya tidak terdapat syirik. H.r.Muslim, Shahih Muslim, II:358, No. 2200

    Oleh karena itu sebagaimana doa-doa dan permohonan perlindungan lainnya, diijabah atau tidaknya ruqyah seseorang akan sangat bergantung pula kepada keikhlasan dan kesalehan raqi (yang melakukan ruqyah) dan yang diruqyahnya. karena ruqyah yang bertauhidullah merupakan pengejawantahan dari sikap sabar dan tawakal. Termasuk mengartikan ijabah pada kemestiannya.

    Ruqyah yang Dilarang serta Tamimah
    Ruqyah yang dilarang adalah ruqyah yang padanya ada syirik.
    Telah terbiasa dikalangan jahiliyyah untuk meruqyah dalam menangkal atau mengobati sesutu penyakit, mereka mengantungkan harapan kepada jampi-jampi itu sendiri, kepada berhala, jin dan syetan, mereka berkeyakinan bahwa jin mempunyai kekuatan untuk menangkal penyakit, bahaya, dan hal-hal lain yang ingin dihindari atau disembuhkan.
    Terkadang orang-orang jahiliyyah berlindung kepada sesuatu yang sebenarnya tidak ada, tetapi dengan tahayul mereka seolah sesuatu itu merupakan makhluk gaib yang ada dan dapat memberikan perlindungan. Seiring dengan munculnya khurafat-khurafat atau cerita-cerita gaib dari orang yang tidak bertanggng jawab, yang pada waktunya menyebar di kalangan masyarakat. Jelas ruqyah seperti ini penuh dengan syirik dan dalam prakteknya senantiasa diikuti adanya tamimah. Keyakinan dan cara ini jelas merupakan pilihan kaum atau masyarakat jahiliyah. Oleh karena itu Rasulullah saw. melarangnya, beliau bersabda :
    إِنَّ الرُّقَى وَالتَّمَائِمَ وَالتِّوَالَةَ شِرْكٌ
    Sesungguhnya jampi-jampi, jimat-jimat, dan guna-guna adalah syirik H.r, Abu Daud, Sunan Abu Daud, juz 3, hal. 224, No. 2883 dan Ibnu majah, Sunan Ibnu Majah, IV:128, No. 3530
    Bahkan beliau mengancam orang yang melakukannya dengan sabdanya:
    مَنِ اكْتَوَى أَوِ اسْتَرْقَى فَقَدْ بَرِئَ مِنَ التَوَكُّلِ رواه الترمذي
    Barang siapa mencos (menandai badannya dengan besi panas) atau meruqyah, maka ia telah melepas diri dari tawakal. H.r. At-Tirmizi, Sunan at-Tirmidzi, IV:344, No. 2055
    Diceritakan bahwa Ibnu Masud mendapatkan istrinya berkalungkan sesuatu yang telah diberi jampi-jampi oleh seorang nenek-nenek Yahudi. Sebagaimana yang dialami olehnya, rasa sakit pada matanya hilang. Yang dilakukan oleh istri Ibnu mas’ud ini selain ruqyah juga tamimah. Ibnu Masud mengatakan bahwa yang demikian itu perbuatan dan dorongan setan.
    Masih terjadi seorang pedagang yang ingin beruntung, menyimpan sesuatu di tempat penjualannya sebagai jimat. Petani yang ingin tanamannya subur dan tidak diganggu oleh hama, ia menanam jimat disudut-sudut pematang sawahnya. Orang-orang yang dianggap intelek menanamkan kepala kerbau lalu memecahkan kendi yang telah diberi air dan bunga-bungan yang telah dijampi oleh orang pintar agar bangunan yang diresmikan itu kuat dan tidak mudah roboh. Menggantungkan ayat-ayat di pintu-pintu atau tempat-tempat khusus lainnya agar pengisi rumah tidak digoda syetan atau diganggu jin. dan lain sebagainya yang seperti itu. Maka jelaslah perbuatan itu justru mengundang setan dan meminta bantuannya.
    Maka bagi seorang yang beriman kepada Allah dan hari akhir, tentulah mendahulukan kesehatan dan keselamatan aqidah. Masalah apapun yang dihadapi tentu tidak akan mengorbankan aqidah demi kesehatan jasmaninya atau keuntungan duniawi lainnya.

    Jenis penyakit Yang Diruqyah
    Di dalam beberapa riwayat dikatakan bahwa Ruqyah hanya dapat dilakukan pada jenis-jenis penyakit tertentu saja.
    عَنْ أَنَسٍ قَالَ : رَخَّصَ رُسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي الرُّقْـيَـةِ مِنَ العَيْنِ وَالـحُمَةِ وَالنَّمْلَةِ رواه أحمد و مسلم والترمذي
    Dari Anas, ia mengatakan,”Rasulullah saw memberikan rukhshah tentang ruqyah pada penyakit ain (tilik mata), alhumah (disebabkan binatang berbisa, dan annamlah (cacar). H.R. Ahmad, Musnad al-Imam Ahmad, 19, hal 212 No 12173, Muslim, Shahih Muslim II:357, No. 2196 dan At-Tirmidzi, Sunan at-Tirmidzi, IV:344, No. 2056

    Keterangan :
    Penyakit Al’ain adalah penyakit yang ditimbulkan oleh pandangan manusia yang jahat. Alhuma adalah penyakit yang ditimbulkan oleh racun atau bisa binatang. Sedangkan An-Namlah adalah cacar.
    Demikian pula ketika Aisyah Umul mu’minin ditanya mengenai ruqyah beliau menjawab:
    رَخَّصَ رُسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ِلأأَهْلِ بَيْتٍ مِنَ الأَنْصَارِ فِي الرُّقْـيَـةِ مِنْ كُلِّ ذِي حُمَةِ – رواه مسلم
    Rasulullah saw. memberikan rukhshah untuk ahli bait dari kaum Anshar tentang ruqyah karena setiap sengatan atau patukan binatang berbisa” – H.R.Muslim, Shahih Muslim, II:356, No. 2193

    Sedangkan di dalam riwayat lain oleh An Nasai masih dari Aisyah, beliau hanya menerangkan satu macam penyakit saja:
    أَمَرَنِي رَسُولُ اللهِ أَنْ أَسْتَرْقِيَ فِي العَيْنِ رواه النسائي
    Rasulullah saw memerintah aku untuk meruqyah disebabkan penyakit ‘ain, H.r. An-Nasai, Sunan an-Nasai, IV:365, No. 7536

    Hadi-hadis rukhshah tentang ruqyah untuk penyakit-penyakit yang tersebut di atas juga diriwayatkan oleh mukharrij-mukharij lainnya. Jika diperhatikan secara selintas, kata-kata Rusulullah saw memberikan rukhshah pada jenis-jenis penyakit yang tersebut di atas seolah-olah membatasinya dengan itu, sehingga ada yang beranggapan tidak boleh dilakukan ruqyah apabila disebabkan penyakit lainnya, apalagi jika diperhatikan keterangan-keterengan di bawah ini.
    عَنْ بُرَيْدَةَ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ لاَ رُقْيَةَ إِلاَّ مِنْ عَيْنٍ أَوْ حُمَةٍ الترمذي
    Dari Buraidah, ia mengatakan,”Telah bersabda Rasulullah saw,’Tidak ada ruqyah kecuali disebabkan ain atau humah” H.R At Tirmidzi, Sunan at-Tirmidzi, IV:245 No. 2057
    Sedangkan Albukhari meriwayatkannya secara mauquf (keterangan dari Imran bin Hushain sendiri)

    Oleh karena itu perlu diterangkan secara lebih terperinci dan ditemukan jalan keluar dari hadis-hadis yang tampak bertentangan ini.

    Secara selintas hadis-hadis ini bertentangan. Di satu sisi Rasulullah membatasi hanya dua yaitu A’in dan huma, di sisi lain beliau memberi keringanan pada tiga yaitu ‘ain, huma dan namlah, apalagi riwayat-riwayat lain menerangkan bahwa Rasulullah saw meruqyah dan memerintahkan ruqyah pada penyakit yang disebabkan oleh selain yang tersebut di atas. Seperti meruqyah orang yang gila yang dilakukan oleh pamannya Kharijah bin Ash-Shalt, ia telah meruqyahnya dengan Al Fatihah, lalu ruqyah untuk sakit kepala dan penyakit-penyakit lainnya.

    Oleh karena itu mesti didapatkan thariqatul jam’i antara hadis-hadis yang bertentangan tersebut. Sehubungan dengan itu Imam an-Nawawi mengatakan, ”kata-kata rokkhasho dan laa ruqyata bukan mengkhususan kebolehan pada tiga penyakit ini saja, tetapi maknanya adalah (Nabi ditanya tentang ketiga perkara ini, maka beliau mengijinkannya, dan jika beliau ditanya tentang meruqyah disebabkan penyakit lainnya tentulah akan mengijinkannya pula, buktinya beliau telah mengijinkan untuk yang lainnya dan beliau sendiri melakukan ruqyah pada selain dari tiga ini” Syarah Muslim an Nawawi, XIV : 148
    Ibnu Qoyim Al-Jauziyah mengatakan: ”Jika dikatakan apa jawabnya tentang hadis yang diriwayatkan Abu Daud – Tidak ada ruqyah kecuali disebabkan ‘ain dan humah- maka jawabnya adalah ‘nukan dimaksudkan meniadakan bolehnya ruqyah pada yang lainnya, tetapi maksudnya tidak ada ruqyah yang lebih utama dan bermanfaat dari pada disebabkan ‘ain dan humah” Zadul Ma’ad,IV: 175
    Demikian pula komentar-komentar imam-mam yang lain. Seperti Muhamad Syamsul Haq pada ‘Aunul ma’bud, X:369.

    Dengan demikian Tidak ada batasan tentang bolehnya meruqyah pada penyakit-penyakit selama maksudnya al ‘audzah (memohon) perlindungan kepada Allah alias berdoa.

    Kesimpulan :
    1. Ruqyah dalam arti doa atau permohonan dan melindungkan diri dengan kalimat yang mansus atau susunan sendiri hukumnya boleh
    2. Ruqyah dalam arti jimat dan jampi-jampi dengan menggunakan ayat Alquran atau lainnya adalah syirik.

    Oleh Ust. Amin Saefullah Muchtar

    http://cabangmargaasih.blogspot.com



  • Memahami Ruqyah dan Mengamalkannya

    Memahami Ruqyah dan Mengamalkannya

    Siapa bilang?Ruqyah Cuma untuk mistik!
    Dari Ali Bin Abi Thalib, ia berkata : Rasulullah SAW. Bersabda : “ sebaik-baiknya pengobatan adalah dengan (dengan) Al-Qur’an. “ (H.R. ibnu majah).
    Meruqyah dengan cara yang sesuai dengan kaidah syariat tidak hanya dikhususkan terhadap permasalahan yang berhubungan dengan jin atau sihir saja. Dari beberap do’a ruqiyah yang diajarkan Nabi saw banyak yang berhubungan dengan penyakit-penyakit pada umumnya, termasuk luka-luka,’keracunan’dsb.

    Ruqyah akan menjadi jalan kesembuhan jika memenuhi 3 syarat, diantaranya :
    1. Dilakukan dengan kalamullah atau asamaa_ dan sifat-Nya.
    2. Menggunakan bahasa arab atau bahasa lain yang dimengerti.
    3. Berkeyakinan bahwa bukanlah ruqyah itu yang menyembuhkan tapi kesembuhan itu datang dari ALLAH Swt. Yang Maha Menyembuhkan.

    manfaat ruqyah Syar’iyyah di BRC :
    1. Membantu keluhan fisik, psikis, dan mental
    2. Menstabilkan sistem peredaran darah
    3. Menghilangkan energi negatif dari tubuh
    4. Membantu mengembalikan semua fungsi tubuh kepada fitrahnya
    5. Saran mendekatkan dir kepada Allah dengan membiasakan berdzikir dan mengingat Allah

    Salah satu do’a ruqyah yang sering dibaca Rasulullah Saw. Ketika melakukan ruqyah adalah :
    …………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………..
    “ Ya Allah Rabb dari sekalian manusia! Lenyapkanlah rasa sakitnya, berikanlah kepadanya kesembuhan karena Engkau adalah Yang Maha Menyembuhkan, tidak ada kesembuhan melainkan karena pertolongan-Mu; kesembuhan yang tidak diiringi dengan sakit yang lain. “ (H.R Bukhori- muslim)
    Ketika rasulullah Saw. Shalat, pada saat beliau bersujud, tiba-tiba seekor kalajengking menyengat jari tangannya. Maka rasulullah keluar dan berkata : semoga Allah melaknat kalajengking. Kalajengking tidak membeda-bedakan antara seorang nab dengan yang lainnya. Kemudian Rasulullah menyuruh diambilkan air dan garam, lalu bagian yang disengat kalajengking tersebut direndam dengan air garam, sambil membaca “ qul huwallahu ahad…” dan muawwidzatain..” sehingga rasa sakitya reda. (HR. Thabrani)

    Ruqyah Dari Tinjauan Medis….
    Dr. Dossey, dokter lulusan universitas di texas, mejelaskan bahwa setelah ia mengumpulkan beberapa penelitian tentang terapi ruqyah, dia menjelaskan bahwa ternyata ruqyah dapat mengendalikan sel-sel kanker, sel-sel pemacu, sel-sel darah merah, enzim, bakteri, jamur, dan sebagainya.
    William G. Braud, direktur riset di Institute Of Transpersonal Psychology di Palo Alto, melaporkan bahwa manusia mampu mempengaruhi secra mental dan dari jarak jauh, berbagai sarana biologis misalnya bakteri, koloni ragi, motile algae (semacam tumbuhan), tanaman, protzoa, larva, woodlice (semcam kutu kayu), semut, anak ayam, tikus, kucing, anjing, juga preparat sel (sel darah, neuron, sel kanker ) dan kegitan enzim. Pada sasaran manusia, misalnya memengaruhi gerakan mata, gerakan motorik, kegiatan elektrodermal, kegiatan pletismografi, pernafasan, dan irama otak. Hal ini menunjukan bahwa Ruqyah atau kegiatan pikiran manusia dapat memengaruhi makhluk, termasuk kesehatannya.
    Dr. Dadang Hawari menyatakan bahwa suatu studi terhadap 393 pasien jantung di san fransisco menunjukan bahwa kelompok pasien yang terapinya ditambah dengan terapi ruqyah sedikit sekali yang mengalami komplikasi, sedanng yang tidak menggunkan terapi ruqyah banyak menimbulkan komplikasi dari penyakit jantungnya
    Dr. H. Tb. Erwin Kusuma Sp Kj, seorang spesialis kedokteran jiwa di klinik Prorevital, menyatakan bahwa air yang telah diberi do’a akan berubah struktur molekulnya dan dapat digunakan sebagai obat.
    Sebuah penelitian di Jepang yang dilakukan oleh Dr. Emoto menunjukan bahwa struktur molekul air akan berubah bila diberi kata-kata atau suara. Ia kemudian menjelaskan bahwa tubuh manusia kurang-lebih 70% adalah air, maka akan ada perubahan bila diberi kata-kata, suara, atau do’a yang baik yang kemudian akan berpengaruh pada kesehatan seseorang.

    RUQYAH