[Post Format image 1081]Jodoh Tak Kunjung Datang?

JODOH TAK KUNJUNG DATANG…..???

Annisa…, sekarang usianya sudah hampir  kepala 4 . Aktifitas beliau sehari-hari bekerja di perusahaan asing.  Parasnya cantik, tinggi semapai, berhijab pula. Di kantornya beliau punya jabatan yang tinggi, dihormati banyak orang. Belanja sepekan sekali barang  apa yang ia inginkan mudah, uang ada, sopir tinggal nganterin. Orang lain yang melihatnya pasti menyangka,” beruntung sekali jadi wanita seperti beliau”.

BeliauE anak sulung dari tiga bersaudara, semuanya perempuan.  Adik-adiknya pun tak kalah hebat seperti dirinya. Adik keduanya seorang guru, dan sedang mengelola sekolah unggulan di kotanya. Sementara adik bungsunya seorang dokter spesialis anak  di salah satu rumah sakit. Pasti bangga kedua orangtuanya yang telah membesarkan anak-anaknya sampai berhasil seperti itu.

Namun dibalik kesuksesan anak-anak perempuannya, orangtuanya masih memiliki kecemasan, terutama sama anak perempuannya yang tertua. Usia Annisa hampir kepala 4 dan belum menikah. Sementara adik-adiknya sudah berkeluarga dua-duanya.

Orangtuanya kesana kemari berusaha ikhtiar mencarikan jodoh buat anaknya, dari mulai mengenalkan sama anak-anak temannya. Mencari di majelis ta’lim laki-laki sholeh yang suka ke majelis ta’lim juga. Bahkan sampai dicarikan lewat biro jodoh di forum-forum terpercaya pun dilakukan. Qodarullooh, mungkin memang belum waktunya dari Alloh.

Sebenarnya Annisa pun tak tinggal diam menunggu jodoh begitu saja. Beliau yakin bahwa jodoh itu pasti datang, namun..siapa, kapan dan dimananya? Inilah yang masih dirasa ghoib baginya. Beliau hanya bisa berdo’a dan meyakinkan orangtuanya, bahwa dia nyaman kok dengan keadaan sekarang, one day jodoh itu pasti datang…

Sampai suatu hari, tantenya menyarankan dan mengajak Annisa untuk  diterapi  ruqyah. “Ruqyah itu sunnah rosul, cuma dibacakan do’a  dari Al Qur’an aja kok Nis. Kemarin tante nganter anaknya Bu Sum ruqyah, anaknya suka marah-marah.. Ee setelah diruqyah anaknya jadi baik kata Bu Sum”, begitu uraian tantenya sama Annisa dan kedua orangtuanya. Orangtuanya pun jadi tertarik, dan menyarankan Annisa pula untuk ruqyah.

Akhirnya Annisa pun mau, demi menyenangkan kedua orangtuanya. Namun dalam hatinya beliau tetap yakin, bahwa jodoh itu pasti ada, karena sudah janji Alloh, bahwa manusia itu diciptakan berpasang-pasangan.

Setelah sampai di tempat ruqyah, Annisa membaca brosur tentang ciri-ciri orang yang diganggu jin. Deg hatinya, karena disitu disebutkan salah satu ciri diganggu jin adalah lambat mendapatkan jodoh, hemm..benarkah??

Proses ruqyah pun dilakukan. Annisa dan orangtuanya diajak sharing dan konsultasi dengan orang yang mau meruqyahnya  tentang motivasi beliau untuk diterapi ruqyah. Satu persatu dijelaskan, tentang makna ruqyah, tentang ujian hidup, tentang istighfar dan taubatan nasuha, tentang niat, tentang do’a, tentang memperbaiki diri, dan tentang janji Alloh bagi orang yang sabar… Jleb.., sesi inilah yang membuat Annisa dan orangtuanya mencucurkan air mata. Selama ini mereka hanya memandang sempit tentang nikmat Alloh, dan mengabaikan nikmat Alloh yang lainnya.., Laa haula walaa quwwata illaa billaah..

Annisa pun menikmati lantunan ayat-ayat Al Qur’an ketika dibacakan disamping telinganya… Beliau malu dihadapan Alloh, beliau rindu dengan ayat-ayat Alloh. Selama ini beliau sibuk dengan dunia,  “Wahai Robb aku rindu…”  Itulah yang ada dalam hati Annisa ketika mendengarkan ayat-ayat ruqyah.

Sepekan setelah diterapi ruqyah, terngiang-ngiang nasihat dari peruqyahnya…, “Mbak Nisa.., Alloh menciptakan kehidupan dan kematian sangaja, untuk menguji manusia siapa yang terbaik amalnya. Lihat di QS Al Mulk ayat 2. Ada yang diuji dengan  sakit, ada yg diuji dengan  hartanya, ada yang diuji dengan keluarganya dan lain sebagainya..  Nah mungkin mbak Nisa kebagian ujiannya mengenai jodoh. Jangan khawatir, toh jodoh kita juga milik Alloh, langsung minta sama pemiliknya. Jodoh itu bukan soal cepat atau lambat, tapi tentang takdir dan ketetapan Alloh.  Tugas mbak Nisa tinggal berdo’a, sempurnakan ikhtiar, soal hasil tawakal saja sama Alloh. Perbaiki hubungan dengan Alloh, perbaiki hubungan dengan manusia, perbaiki hubungan dengan alam, dan jangan lupa perbaiki juga hubungan dengan diri sendiri. Jika kita ingin jodoh yang sholeh, maka sholehkan diri kita dulu. Jika kita ingin jodoh yang penyayang, maka kita belajar dulu jadi penyayang. Jika kita ingin jodoh kita pemaaf, maka kita dulu yang harus jadi pemaaf. Sesungguhnya rizki Alloh itu luas, banyak bersedekah, banyak bersilaturahmi, banyak berdo’a diwaktu yang mustajab. Do’a meminta jodoh juga banyak di Al Qur’an, salah satunya ada di QS Al Furqon ayat 74, baca dengan tulus dan ikhlas, serta yakin hanya Alloh yang mengabulkan do’a-do’a kita. Selamat berjuang ya, tugas kami disini hanya mendo’akan dan  mendamping i mbak Nisa untuk dekat dengan Alloh, tapi yang memberikan ketenangan, kesehatan, bahkan Jodoh mbak Nisa itu hanya Alloh, bukan karena terapi ruqyah ini. Ini hanya bentuk ikhtiar aja, semoga Alloh memberikan jodoh yang terbaik buat mbak Nisa. Terbaik dimata Alloh kemudian terbaik juga dimata mbak Nisa dan keluarga In Syaa Alloh, Aamiin Yaa Robbal’alamiin…”

 

Pondokgede, Rabu 10 Jumadil Ula 1438 H/8 Februari 2017

Ibnatu Muslim Asy Syathibi


Comments are closed.