Rasa Takut Berlebihan Setelah Melahirkan

Rasa Takut Berlebihan Setelah Melahirkan

Ada seorang ibu muda berkunjung ketempat ruqyah syar`iyyah diantar oleh kerabatnya dan suaminya,saat itu kebetulan terapis akhwat yang biasa meruqyah sedang tidak bertugas,sehingga pengananpun dilakukan oleh terapis ikhwan  maka pengananpun dilakukan didampingi suami dan kerabatnya. Sebelum dilakukan ruqyah ada sesi konsultasi dan diagnosa:  dalam sesi itu ibu muda mengeluhkan dia sering merasakan gelisah yang timbul tiba-tiba setelah  melahirkan anak yang kedua,padahal pada waktu lahiran anak yang pertama itu tidak dialaminya.

Waktu itu terapis menanyakan ketakutan seperti apa yang dialami muda itu ternyata siibu menyebutkan ketakutan yang berbeda umumnya yang biasa dialami ibu melahirakan seperti biasanya

Seperti Baby Blues Syindrome yang biasa juga dikenal sebagai Postpartum Distress Syndrome merupakan suatu kondisi dimana muncul perasaan gundah gulana atau adanya perasaan sedih yang di alami oleh para ibu pasca melahirkan. Kondisi ini biasanya terjadi pada 14 hari pertama pasca melahirkan dan cenderung memburuk pada 3 ata 4 hari pasca melahirkan. Namun jika ibu mengalami kondisi yang sama melebihi batas normal 2 minggu, maka baiknya ibu berkonsultasi dengan dokter, karena di khawatirkan mengalami Postpartum Depression.

Siibu pun telah berobat kedokter juga namun tidak ada hasilnya,,,,hasi analisa terapis disimpulkan tahap awal siibu memangg mengalami baby blues syindrome dan tidak mendapat penanganan yang tepat dari lingkungan mungkin karena pengetahuan dan latar budaya keyakinan keluarga yang lenbih menghubungkan kesisi non medisnya. Sehingga  keadaan siibu semakin memburuk sampai-sampai rasa takutnya muncul kefaktr-faktor lainnya ,seperti takut meninggal,takut neraka, yang muncul tiba tiba setelah menjelang malam tiba sehingga siibu tidak fokus mengurus bayi dan beribadah. Kondisi seperti itu disimpulkan kelemahan yang terjadi pada ibu itu  diindikasikan sudah dimanfaatkan syaitan .sehingga memang teppat dilakukan ruqyah dan ibu tersebut dituntut untuk mengamalkannya.

Penanganan yang dilakukan saat itu oleh terapis yaitu menggali faktor kelemahan siibu ,mendengarkan keluhan siibu,cukup didengar saja biasanya orang yang punya masalah sesudah mengutarakan keluhannya bebannya akan berkurang.kemudian simpulkan dan berilah motivasi dan solusi yang bertujuan menjadikan siibu untuk lebih dekat dan lebih bergantung  lagi hanya kepada  Alloh SWT.  Berikan tips-tips amalan terutama amalan sunah termasuk ruqyahnya,dan lakukan ruqyah syari`yyah ,pada waktu nitu terapis hanya meruqyah membacakan ayat-ayat ruqyah tanpa menyentuh siibu karena bukan muhrim, kemudian membimbing siibu untuk dapat melakukan  ruqyah mandiri sampai bisa istiqomah melakukannya dirumah…Alhamdulillah saat itu dapat dilakukan semua prosesi ikhtiarnya tinggal siibu lebih dapat bertawakal kepada Alloh SWT, dan saat itu terapis memberikan gambaran kepada keluarga untuk bisa mendukung dengan mengkondisikan lingkungan dirumah .

Tiga hari berlalu sejak saat itu siibu datang kembali ingin diruqyah lagi sekalian dibekam  dan terapis menjadi bertanya tanya apa siibu semakin parah? Namun siibu bertutur Alhamdulillah keluhan rasa ketakutan sesudah melahirkannya sudah hilang saya ingin ruqyah lagi sekalian bekam biar keluhannya gak muncul kembali,,,Subhanalloh,Alhamdulillah ,Allohuakbar sungguh Alloh mudah menghilangkan penyakit karena Alloh lah Yang Maha Penyembuh segala macam penyakit baik lahir maupun batin


Comments are closed.