Renungan Dibulan Syawal

Renungan di bul;an syawal

Kembali ke Fitri Bukan kembali ke kebiasaan Buruk

Sahabat Buletin BRC yang diRahmati Alloh SWT ,Alhamdulillah kita masih diberi kesempatan meningkatkan keuimanan dan amal shalih dibulan syawal ini. Masih melekat kuat dalam benak dan ingatan kita bagaimana antusias dan semangatnya kita mengisi hari demi hari dibulan Ramadhan dengan berbagai aktifitas dan amal shalih . Hari hari yang kita lewati sahur dipagihari,dan kegembiraan serta kenikmatan saat berbuka puasa. Malam-malamnya dilewati dengan shalat malam dan itikaf dan melantunkan ayat-ayat Alquran yang menjadi cahaya dan petunjuk bagi kaum muslimin. Kini waktu tersebut telah berlalu yang belum tentu tahun kita dapat menikmati jamuan indahnya bulan Ramadhan yang penuh dengan keberkahan , demikian lah sunnatullah yang berlaku pada dunia dan kehidupan ini. Hari dan waktu Ramadhan memang telah meninggalkan kita namun syariat syariat ibadah puasa sunah dibulan-bulan lainnya tetap berlaku, seperti ibadah puasa enam hari dibulan syawal. Puasa tiga hari di setiap pertengan bulan hijriyah, puasa senin kamis demikian dengan puasa sunah yang lain seperti puaswa Daud,puasa arafah dan puasa A’syuro ( 10 muharam ) Pembaca buletin BRC yang dirahmati Alloh SWT, berakhirnya bulan Ramadhan tahun ini bukan berarti semangat kita padam, semangat kita padam, semangat ibadah yang luar biasa disetiap waktunya, kebiasaan menjaga menjaga pola dan waktu makan yang teratur selama Ramadhan haruslah tetap dijaga sehingga kita benar benar menjadi muslim/muslimah yang sehat lahir batinnya. Seiring perginya bulan suci nan penuh berkah insyaAlloh dalam kesempatan kali ini kami akan berbagi kiat atau tips agar bertambah sehat setelah Ramadhan

 

.Tidak makan Berlebihan Merupakan hal yang umum dan lumrah ketika menjelang idul fitri tiba kita direpotkan dengan urusan memasak makanan atau cemilan yang banyak dan enak rasanya. Padahal dari sinilah awal muncul berbagai keluhan dan masalah gangguan gangguan kesehatan. Makan yang banyak disaat idulfitri. Menjadi pemakluman dan seolah olah menjadi ajang balas dendam setelah dibulan Ramadhan kurang lebih 14 jam tubuh kita berpuasa setiap harinya, dampaknya tubuh sehat yang diiidamkan selama menjalankan puasa menjadi sakit, kolestrol kembali meningkat, darah tinggi,gula darah tidak terkendali,kadar asam meningkat dan sakit pencernaan kembali dirasakan akibat tidak memperhatikan pola dan menu makan ketika idul fitri. Padahal Alloh SWT berfirman didalam surat Al-A’raf ayat 31 “Hai anak adam,pakailah pakaian yang indah disetiap(memasuki) mesjid,makan dan minumlah dan jangan berlebih lebihan sesungguhnya Allah tidak menyukai orang yang berlebih lebihan.” ( QS.Al-Araf 31) Maksud ayat diatas adalah menggunakan pakaian terbaik tiap tiap mengerjakan sembahyang atau thawaf keliling ka’bah atau ibadat-ibadat yang lain. Dan jangan makan dan minum melampaui batas yang dibutuhkan oleh tubuh dan jangan pula melampaui batas – batas makanan yang dihalalkan. Pemicu terjadinya penyakit adalah ketidak mampuan diri untuk menahan dari godaan makanan yang enak dan lejat apalagi dihari raya idul fitri yang biasanya pada makan makanan yang khas. 2.Istiqomah dengan Pola makan Sakit pencernaan/maagh, kolestrol,asam urat, dan darah tinggi yang selama bulan Ramadhan mulai membaik. Kembali kambuh, karena berbagai macam makanan dengan rasa pedas,asam,santan,lemak,dan pemanis buatan ikut memperparah kondisi kesehatan karena pola dan waktu makan yang tidak terkendali atau tidak mampu menahan nafsu makan ketika hari Raya.

 

Jangan jadikan Hari Raya Idul Fitri sebagai ajang balas dendam

Perlu diperhatikan agar jangan sampai hari Raya jadi ajang makan sebanyak-banyaknya karena selama Ramadhan berpuasa dari makan dan minum selama 14 jam ,membuat kita tergoda dengan banyaknya makanan di hari Raya Idul Fitri dengan berbagai macam makanan dan rasa yang beragam,hal ini dapat membuat pencernaan kita terkejut karena terbiasa kosong selama 14 jam tiba tiba tubuh kita menjadi sesak karena penuh oleh makanan yang akan membuat tubuh menjadi lemas dan malas untuk digerakan. demikianpun dengan kondisi organ tubuh yang lainnya.

 

Demikianlah tips menjaga kesehatan dibulan syawal dengan harapan bergantinya bulan ini kesehatan kita semakin meningkat, keimanan kitapun semakin terjaga.

Semoga Alloh SWT menerima segala amal ibadah dan amal baik kita dibulan Ramadhan kemarin dan ampuni segala khilaf dan salah kita,آمــــــــــــــــــين. يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ

 

 

Ditulis oleh ust.Ian Sopian BRC@buletin BRC edisi syawal


Comments are closed.